Menjawab Pertanyaan Pendengar ( 21 April, 2006)

sumber: china radio international 
Kiara: Saudara Pendengar, senang sekali kami bisa menemani Anda kembali dalam acara Menjawab Pertanyaan Pendengar.

Insan: Terima kasih atas kiriman surat-surat Anda yang membuat kami di studio terus sibuk mencari informasi demi kepuasan para pendengar kami.

Kiara: Langsung saja, kali ini adalah pertanyaan dari Endi Singarimbun. Endi bertanya tentang budaya the di Tiongkok.

Insan: Endi, teh sudah dikenal di Tiongkok sejak tahun 2700 sebelum Masehi. Mula-mula the ditemukan di daerah pegunungan di sekitar propinsi Sichuan dan Yunan. Meskipun sudah dikenal lebih dari 400 tahun yang lalu, tapi penggunaan teh baru dicatat di Tiongkok pada Dinasti Han antara 206 ? 220 Masehi. Dulunya teh adalah ramuan khusus untuk pengobatan karena punya khasiat menawar racun. Tetapi setelah tahun 300 Masehi, teh mulai populer sebagai minuman sehari-hari.

Kiara: Mungkin kasusnya seperti jamu, di Jawa, yang mula-mula adalah minuman obat, tetapi sekarang bisa juga diminum kapan saja. Mula-mula teh hanyalah minuman kalangan atas. Hal ini juga terjadi ketika teh dibawa oleh pedagang Belanda di tahun 1610 ke Eropa. Teh hanyalah konsumsi kalangan bangsawan. Hal ini berubah setelah orang Inggris mempopulerkan teh dengan menanamnya secara besar-besaran di daerah jajahannya di India pada awal abad ke-19.

Insan: Ada berbagai macam jenis. Teh dari Tiongkok dikategorikan menjadi tiga, yaitu teh hijau, teh Oolong, dan teh hitam atau teh merah.

Kiara: Apa beda masing-masing jenis teh ini, Insan?

Insan: Teh-teh ini berbeda karena kadar fermentasinya. Teh Hijau hampir tidak ada fermentasi sama sekali. The Oolong mengalami 50% fermentasi, sedangkan teh Hitam atau teh Merah mengalami fermentasi sekitar 80 ? 90%. Sedangkan teh putih dibuat dari daun teh yang masih putih kemudian difermentasi 10 ? 20%. Bila diseduh, warnanya kuning muda. Teh Kuning juga daun yang masih berwarna kuning muda kemudian sedikit saja difermentasi.

Kiara: Kamu ternyata ahli teh ya, Insan. Kenapa kamu suka minum teh?

Insan: Pertama karena saya orang Tiongkok. Kamu lihat sendiri, kan, Kiara? Di mana-mana, orang Tiongkok selalu memegang sebuah gelas tahan panas berisi air teh.

Kiara: Betul sekali, Insan. Di kereta api, di kantor-kantor, maupun di rumah-rumah, orang Tiongkok selalu menyeruput tehnya tanpa kenal waktu.

Insan: Selain karena sudah kebiasaan, teh juga banyak gunanya untuk kesehatan karena mengandung anti-oksidan yang disebut flovanovids.

Kiara: Apa sih anti-oksidan itu, Insan?

Insan: Anti-oksidan adalah unsur yang mampu melawan racun atau zat-zat yang berbahaya bagi tubuh sehingga tubuh lebih tahan terhadap penyakit. Bahkan katanya, anti-oksidan dalam teh juga berkhasiat melawan kanker dan kolesterol yang membahayakan tubuh.

Kiara: Kata mama saya, teh itu bisa membuat awet muda. Apa itu betul, Insan?

Insan: Bisa jadi. Karena penyebab penuaan adalah sel-sel yang tidak memperbarui diri lagi karena dilawan oleh racun-racun yang tidak tertanggulangi oleh tubuh akibat menurunnya kapasitas tubuh. Bila racun-racun dihancurkan oleh teh, maka proses penuaan pun bisa diperlambat.

Kiara: Wah, pantes mama saya awet muda terus. Pasti karena ia minum teh sehari 4 cangkir. Kata orang, 4 cangkir teh sehari akan menjauhkan kita dari dokter.

Insan: Di Tiongkok, minum teh ada seninya tersendiri lho, Kiara.

Kiara: Betul sekali. Di Tiongkok, para pakar penyaji teh selalu memperhatikan tiga hal, yaitu daun tehnya sendiri, air yang digunakan untuk menyeduh, dan poci yang digunakan untuk menyeduhnya.

Insan: Di Tiongkok, teh bisa berharga mulai dari beberapa ribu rupiah saja sampai jutaan rupiah per-onsnya. Karena itu, daun teh yang dipakai pasti akan berpengaruh pada rasa dan kenikmatan minum teh.

Kiara: Secara tradisional, air yang paling baik untuk menyeduh teh menurut tradisi Tiongkok adalah air dari salju yang dilelehkan. Karena itu para pemilik rumah teh di Suzhou dulunya selalu menyimpan bongkahan-bongkahan salju untuk dilelehkan sebagai air penyeduh teh. Bila tidak, air dari mata air juga sangat baik untuh menyeduh teh, tetapi air sungai tidak pernah dipakai untuk menyeduh teh.

Insan: Untuk poci tehnya, orang Tiongkok menanggap poci dari Yixing adalah poci yang terbaik untuk menyeduh teh, karena dibuat dari tanah liat harus digali dari kedalaman tertentu. Tanah liat ini disebut sebagai tanah berwarna ungu dan berpori atau zisha dalam bahasa Mandarin. Pori-pori pada tanah liat ini katanya akan menyerap aroma teh sehingga menjadikan rasa teh tertinggal dalam poci, selain juga mampu menyerap dan menahan panas. Poci akan tetap panas sampai berjam-jam.

Kiara: Karena pori-pori dari poci Yixing menyerap aroma teh, maka kata orang poci ini harus dipakai bertahun-tahun untuk satu jenis teh saja. Semakin lama digunakan, teh yang diseduh di dalamnya akan semakin enak karena rasanya selalu bertambah dengan rasa teh-teh yang tertinggal di poci.

Insan: Oya, Kiara, kalau kamu baru saja memberi poci teh, jangan lupa taruh the yang lama dan air panas selama sehari semalam sebelum menggunakannya untuk menyeduh teh pertama yang akan diminum. Poci Yixing baru sempurna bila telah dituangi air panas dan teh yang sudah lama.

Kiara: Insan, ada apa sih dalam rumah minum teh yang banyak dijumpai di Tiongkok?

Insan: Dulunya rumah-rumah minum teh hanya khusus untuk minum teh saja. Makanan lain tidak dijual, karena teh adalah minuman berharga yang aroma, rasa, dan suasana yang menyatu padanya akan rusak bila dinikmati dengan suara hangar binger atau makanan-makanan. Di beberapa tempat, rumah-rumah minum teh itu memang hanya menyajikan berbagai macam teh dan makanan kecil. Biasanya harganya cukup mahal, tetapi air panas bisa diisi ulang berulang kali.

Kiara: Tetapi karena industri pariwisata di Tiongkok, banyak juga rumah-rumah minum teh yang menyediakan atraksi tradisional setempat, sehingga para turis bisa menikmati tradisi minum teh Tiongkok dengan setting tradisional beserta seni budaya setempat. Misalnya, saya juga pernah minum teh dengan atraksi sulap, akrobat, lawak, dan tari-tarian ketika berkunjung di Chengdu. Teh satu poci yang harganya lebih dari seratus ribu rupiah mungkin terasa mahal untuk orang Indonesia, tetapi suasana dan aroma yang dihidangkannya, tak ternilai harganya.

Insan: Kebetulan karena saya dari Canton, saya juga ingin bercerita tentang kebudayaan minum teh di Canton. Di sana, orang-orang selalu minum teh dan makan jajanan yang di Indonesia dikenal dengan sebutan dim sum. Dalam bahasa Canton, teh dan makanan-makanan kecil itu disebut yum cha, atau minum teh.

Kiara: Jadi begitu ya Endi, sekilas tentang budaya n di Tiongkok. Selain Endi, kali ini ada juga pendengar kami Gita Saraswati di Batang yang mengucapkan Selamat Ulang Tahun bagi CRI tanggal 10 April ini. Wah, terima kasih banyak ya, Gita. Kami sangat gembira karena para pendengar CRI ternyata sangat memperhatikan kami.

Insan: Selain itu, Gita berharap agar CRI menjadi jembatan persahabatan antar dua bangsa. Ia juga mendoakan agar kru CRI sehat dan sejahtera. Selain itu, ia ingin agar acara-acara berita dunia dan laporan internasional semakin aktual, hangat, tajam, terkini, terpercaya, tanpa propaganda, jujur dan seimbang.

Kiara: Tentu saja kami mengamini semua yang diharapkan oleh Gita. Ada satu lagi nih permintaan Gita, yaitu agar CRI semakin sering berkomunikasi dengan pendengarnya. CRI akan usahakan untuk lebih sering berkomunikasi dengan menerbitkan buletin dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pendengar sekalian.

Insan: Nah, para pendengar sekalian, dengan berakhirnya surat dari Gita Saraswati ini, berakhir juga acara Menjawab Pertanyaan Pendengar kali ini. Mudah-mudahan Anda puas dengan jawaban kami. Jangan lupa, kami terus menunggu kiriman surat-surat Anda.

Silakan layangkan surat-surat Anda ke: Indonesian Service, CRI-15, China Radio International, P.O. Box 4216, Beijing 100040, China

Atau ke alamat Indonesia: China Radio International, Bagian Kebudayaan Kedutaan Tiongkok, Jl. Mega Kuningan Barat 10 no. 2 Jakarta Selatan 12950

~ by femi adi soempeno on February 8, 2007.

2 Responses to “Menjawab Pertanyaan Pendengar ( 21 April, 2006)”

  1. Trims infonya..

  2. Teh hijau memang banyak manfaatnya ya.. Trims infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: