Srupp Segarnya Aroma Teh

republika

Di Indonesia, minum teh adalah minum air yang mengandung seduhan daun teh. Untuk menambah nikmat biasanya ditambahkan gula. Biasanya minuman teh disajikan pagi, siang, atau sore hari, dan seringkali tak ada aturannya. Jika ingin minum teh, kita tinggal buat sendiri atau pesan. Wadahnya sesukanya, bisa gelas bisa cangkir. Diminumnya nikmat jika mengangkat kaki sambil mengunyah singkong goreng atau rebus.

Minum teh di sini sangat berbeda dengan tradisi minum teh di negeri Jepang yang masyarakatnya menghormati teh. Sampai-sampai untuk minum teh saja, mereka lakukan dengan upacara.

Menurut sejarah, tradisi minum teh itu sebenarnya berasal dari daratan Cina. Teh tumbuh di Tiongkok sekitar 6.000 tahun yang lampau dan manusia telah membudidayakan teh sejak 2.000 tahun lalu. Bersama dengan sutra dan porselen, teh yang berasal dari Tiongkok ini mulai dikenal dunia lebih dari 1.000 tahun lalu.

Budaya minum teh menyebar ke Jepang sekitar abad ke-6 dan diperkirakan menjadi tradisi di Jepang selama masa Kamakura (1192-1333) oleh pengikut Zen. Kebiasaan pengikut aliran Zen minum teh agar mereka tetap terjaga selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam. Selama abad ke-15, ini menjadi acara tetap berkumpul di lingkungan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal. Selanjutnya, masuk ke Eropa dan Amerika di abad 17 dan 18.

Orang Inggris termasuk penggemar berat minum teh. Acara minum yang biasa dilakukan mereka selalu sore sambil makan camilan. Kini, sudah lebih dari 40 negara memproduksi teh dan negara-negara Asia memproduksi 90 persen dari total komoditi teh di dunia. Bayangkan berapa banyak pula perangkat minum teh yang sudah dibuat dan akan dibuat.

Kegiatan tea walk atau jalan-jalan di perkebunan teh di Indonesia sebenarnya sudah sejak lama dilakukan seiring dengan banyaknya perkebunan teh di Indonesia. Dari zaman penjajahan Belanda, banyak tuan tanah dan juragan perkebunan teh seringkali mengadakan acara jalan-jalan bagi tamunya.

Seusai kemerdekaan, perkebunan teh yang tersebar di daerah-daerah pegunungan di Indonesia banyak yang dinasionalisasi. Saat itu, acara tea walk kurang begitu bergema. Baru awal 80 an, banyak pecinta alam yang tadinya berniat ke gunung seringkali melewati perkebunan-perkebunan teh. Entah siapa yang memulai, acara tea walk ini kemudian menjadi acara tetap sejumlah perusahaan yang menginginkan acara rekreasi dengan biaya murah.

Di beberapa daerah khususnya di kawasan Cianjur dan Bandung Jawa Barat, beberapa perkebunan teh sengaja menjual kawasannya kepada perusahaan-perusahaan yang sengaja mengadakan acara tea walk buat karyawannya. Dan hasilnya memang luar biasa. Hingga sekarang, setiap pekan selalu saja ada acara tea walk di beberapa perkebunan yang sengaja diadakan oleh beberapa perusahaan untuk karyawannya.

sumber: republika

~ by femi adi soempeno on February 23, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: