Afternoon Tea

Afternoon Tea adalah tata cara minum teh yang menjadi tradisi di Inggris.  Biasanya dilaksanakan pada sore hari dengan menyajikan racikan teh dengan gula dan susu, ditemani beberapa makanan kecil dingin (biasanya: mini sandwiches, scones, mini tarts, mini buns, dan cakes, atau biskuit).

Sejarah Afternoon Tea antara lain menyebutkan bahwa afternoon tea mulanya dilaksanakan oleh Anna, Dutches of Bedford ke 7.  Pada masa itu biasanya dinner baru disajikan antara jam 20.30 atau 21.00, bahkan lebih larut lagi pada musim panas.  Sang Duchess yang seringkali sudah merasa lapar sebelum waktu makan malam tiba, diam-diam meminta pelayan untuk membawakan makanan kecil berupa roti, butter, dan makanan manis seperti cakes, tarts, biscuit, dan mungkin juga lengkap dengan secangkir teh ke kamarnya.  Sewaktu kebiasaan ini terungkap, bukannya menjadi bahan tertawaan seperti yang dibayangkan oleh sang Duchess, justru kebiasaan ini menjadi populer dan kemudian dikenal sebagai Afternoon Tea.  Namun sejarah afternoon tea juga memberikan gambaran perkembangan kebiasaan minum teh di Inggris yang berkembang sejak jaman dulu.  Tercatat The Lyn’s Tea House yang menyajikan woman tea, juga sejarah mencatat berdirinya London Tea Garden pada tahun 1730 yang dilekapi musik untuk berdansa. Antara tahun 1819 hingga perang dunia ke I, The Tea Dance menjadi sangat populer.  Di mana teman dan kolega berkumpul sekitar pukul 17.00-18.30, kursi dan meja ditata mengelilingi lantai dansa dan teh beserta snack disajikan sementara yang lainnya berdansa.  Barangkali lebih tepat jika The Tea Dance yang disebut sebagai perintis tradisi Afternoon Tea, meskipun Sang Duchess barangkali merupakan salah satu pendahulu yag melaksanakannya.

Beberapa hotel dan tea room di London menyajikan afternoon tea, memesan tempat terlebih dahulu sangat dianjurkan, antara lain yang terkenal: 

The Ritz Hotel – Piccadily
Terrace Café – Harrods
Basil Hotel – Basil Street
Le Meridien Hotel – Piccadilly
Fortnum and Mason – Piccadilly
Konon untuk menikmati afternoon tea yang lebih tradisional Inggris, dapat dicoba tea room di kota-kota kecil countryside terutama di wilayah Salusbury.

Untuk mendapatkan teh dengan rasa khas Inggris, dapat Anda peroleh di Fortnum and Mason (Piccadilly), Harrods (di food hall-nya), Bramah Tea and Coffee Museum (Maguire Street-Docklands), dan Whittard of Chelsea yang memiliki banyak outlet.

*Oleh: Pratiwi Herman, sumber: kbri london 

~ by femi adi soempeno on February 8, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: