Teh Hijau Bikin Mental Lebih Tenang dan Rileks

Selama ini khasiat teh, khususnya teh hijau telah diekspos dan diyakini sebagai minuman yang sanggup mencegah kanker, gangguan jantung dan ginjal, serta kegemukan. Kehebatan itu lantaran aksi dari senyawa bioaktif polifenol yang dikandungnya. Sesungguhnya bukan itu saja, minuman ini juga dapat memperbaiki kondisi mental sehingga terasa lebih rileks dan nyaman. Komponen fungsional teh hijau yang bertanggung jawab atas terciptanya perasaan itu adalah L-teanin.
L-teanin merupakan asam amino unik yang memberikan rasa ‘eksotis’ yang enak (umami atau savory) dan hanya ditemukan pada tanaman teh dan jenis mushroom tertentu seperti Xerocomus badius. Senyawa ini biasanya berada dalam bentuk bebas (bukan protein) dan merupakan asam amino yang dominan di dalam teh, yaitu sebanyak 50 persen dari total asam amino bebas. Kadarnya pada daun teh mencapai 1-2 persen berat kering.

Bahan bioaktif ini secara alami disintesis dari asam glutamat (jenis asam amino yang biasa digunakan sebagai bumbu masak) dan etilamin di dalam akar , yang kemudian ditransfer ke daun-daun muda tanaman teh. Kini, untuk tujuan komersial pembuatan teanin telah dikembangkan melalui metode enzimatik. Aplikasinya telah digunakan pada produk pangan, misalnya, ditambahkan pada minuman, cookies, permen, es krim dan ice candies.

Bikin Rileks

Pada umumnya, manusia dan binatang selalu menghasilkan suatu getaran (pulse) listrik yang sangat lemah pada permukaan otak, yang sering disebut sebagai gelombang otak (brain waves). Berdasarkan frekuensinya, gelombang tersebut dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu gelombang ? (0,5-3 Hz: kondisi mental tidur nyenyak), ? (4-7 Hz: tidur sejenak), ? (8-13 Hz: bangun, relaksasi), dan ? (Ž 14 Hz: bangun, eksitasi). Telah diketahui pula, bahwa gelombang otak ? dihasilkan selama keadaan rileks. Oleh karenanya generasi gelombang ? dinyatakan sebagai indeks relaksasi.
Juneja dkk (1999) telah mengukur gelombang otak para wanita yang telah diberi asupan teanin sekali seminggu sebanyak 200 mg (dalam 100 ml) selama dua bulan. Hasilnya, gelombang otak mereka didominasi jenis ?, sementara yang minum air saja (kontrol) menunjukkan hanya sejumlah kecil gelombang tersebut. Tampak jelas pula intensitas akumulasi gelombang ? ini setelah 30 menit mengonsumsi teanin. Generasi gelombang jenis ini mengindikasikan keadaan responden merasa rileks.

Teanin memang tergolong senyawa yang mudah diabsorbsi di saluran intestinal (usus) , yang selanjutnya mengalir sampai otak. Di sinilah teanin akan berinteraksi dengan neurotransmiter sehingga memberikan efek terhadap emosi atau keadaan mental seseorang. Konsentrasi neurotransmiter dopamin meningkat secara signifikan setelah menerima asupan teanin. Hasil pengamatan Yokogoshi dkk (1998) dari Universitas Shizuoka, Jepang juga menunjukkan bahwa pemberian teanin ke dalam striatum otak melalui mikroinjeksi menyebabkan peningkatan pelepasan dopamin. Pelepasan neurotransmiter ini akan memberikan perasaan senang dan memperbaiki suasana hati (mood).

Menurunkan tekanan darah

Pengaturan tekanan darah telah diketahui berkaitan erat dengan neuron katekolaminergik dan serotonegik di dalam sistem saraf otak dan peripheral (tepi). Karena teanin dapat menurunkan neurotransmitter serotonin, maka substansi ini juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian yang dilakukan Yokogoshi dkk (1995) menunjukkan bahwa pemberian teanin melalui injeksi intraperitoneal pada tikus hipertensif, secara nyata menurunkan tekanan darahnya atau dapat bersifat antihipertensif. Sementara, pemberian dengan glutamat yang struktur kimianya serupa teanin, tidak memberikan aksi antihipertensif. Boleh jadi atas kemampuannya inilah, teanin mempunyai efek yang lembut (calm) terhadap keadaan mental atau emosi.

Sebagaimana dikemukakan di atas, pemberian asupan teanin memiliki efek yang signifikan terhadap pelepasan dopamin dan penurunan serotonin. Diketahui pula, kedua neurotransmiter sangat berhubungan dengan kemampuan mengingat (daya memori) dan belajar (learning). Oleh karena itu, sebagian peneliti berkeyakinan bahwa teanin juga dapat memperbaiki kemampuan tersebut pada manusia. Hal ini didukung oleh hasil pengamatan pada hewan coba yang menunjukkan terdapat efek yang positif terhadap kemampuan kognitif tersebut.

Jadi, minum teh hijau di pagi hari sehabis bangun pagi atau pulang kerja, saat menerima tamu, chatting dengan teman atau tea break saat istirahat sehabis seminar atau rapat, merupakan kebiasaan yang baik lantaran aksi L-teaninnya dapat menurunkan stress/ketegangan dan memberikan perasaan lebih rileks dan tenang.

(Wisnu Adi Yulianto/Dosen FTP Universitas Wangsa Manggala Yogyakarta)- sumber: Sinar Harapan

~ by femi adi soempeno on February 3, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: