surat pembaca

Dear Spiritia,

di tabloid AURA edisi 18-24 Oktober 2006, tertulis khasiat teh, salah satunya berguna bagi penderita HIV+/AIDS, yaitu mencegah penempelan virus ke Sel-T.

Seberapa efektif kegunaan teh ini, apakah sudah terbukti secara klinis? Thx.
 
 
Saya tidak lihat artikel itu. Namun memang ada penilitian yang menunjukkan manfaat minum teh, terutama teh hijau. Berikut adalah artikel dari Surya (Surabaya), 8 Februari 2006, yang kami pernah posting di milis WartaAIDS:

Teh Hijau Hambat Progresifitas HIV

Teh hijau telah dikenal oleh masyarakat sebagai minuman yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Minuman ini juga dikenal sebagai salah satu bahan minuman pelangsing tubuh. Selain digunakan sebagai bahan minuman untuk melangsingkan tubuh, teh hijau diyakini memiliki manfaat untuk menghambat progresivitas virus HIV. Dr Nasronudin Sp PD, Kepala Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU Dr Soetomo Surabaya menyatakan teh hijau memiliki kandungan cathechin. Di dalam tubuh, cathechin dari teh hijau ini akan bekerja memblokade reseptor CD4 sehingga virus HIV akan sulit masuk kedalam tubuh.

“CD4 merupakan protein yang diperlukan oleh virus HIV untuk bisa masuk ke dalam tubuh manusia, kalau CD4 pada permukaan sel target ini dirubah maka virus HIV tidak akan bisa berkembang,” ujarnya. Berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh teh hijau inilah maka konsumsi teh hijau dianggap dapat membantu orang-orang yang telah terinfeksi virus HIV AIDS. Dengan mengkonsumsi teh hijau diharapkan dapat menghambat perkembangan virus mematikan ini didalam tubuh.

Meski demikian Nasronudin mengingatkan teh hijau bukanlah obat anti HIV AIDS. Teh hijau hanya berfungsi sebagai bahan untuk pencegahan sekunder bagi virus HIV. “Kondisi penderita kan biasanya dibedakan dalam empat stadium, nah dengan mengkonsumsi teh hijau ini diharapkan kondisi penderita tidak meningkat pada stadium berikutnya. Misalnya penderita sudah dalam kondisi stadium dua, nah dengan mengkonsumsi teh hijau diharapkan peningkatan ke stadium tiga dapat dihambat,” terang Nasronudin.

Selain memiliki kandungan cathechin yang bisa menghambat perkembangan virus HIV, teh hijau juga berfungsi untuk mengurangi kemungkinan resistensi virus HIV pada obat anti virus. “Biasanya penderita sulit menerapkan disiplin untuk minum obat setiap hari padahal ketidakdisiplinan itu bisa membuat virus menjadi resisten atau kebal pada obat. Nah teh hijau ini juga berfungsi mengurangi resistensi virus,” ujar Nasronudin.

Saat ini Nasronudin tengah mengupayakan untuk memberikan komposisi teh hijau ke dalam ‘ice cream’. ‘Ice cream’ menjadi makanan favorit bagi penderita HIV AIDS yang mendapat perawatan di UPIPI RSU Dr Soetomo. “Kebanyakan penderita pada stadium lanjut sulit untuk mengkonsumsi makanan lain, kalau bisa dimasukkan dalam ‘ice cream’ mungkin lebih mudah dikonsumsi oleh mereka,” harapnya. 

sumber: web yayasan spiritia
 

~ by femi adi soempeno on January 22, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: