Teh

Teh merupakan minuman terpopuler di seluruh dunia, yang ditemukan oleh Kaisar Shen-Nung dari Cina pada 2737 SM. Legenda India mengaitkan penemuan teh dengan perjalanan rahib Budha, Siddhartha, sekitar abad ke-6. Rahib ini membawa teh ke Jepang dan membuat ritual minum teh yang sederhana.  Beratus tahun kemudian seorang ahli teh, Sen-no Rikyu (1521-1592) mengembangkan upacara minum teh yang menjadi seni sa­ngat agung di Jepang, disebut chanoyu. Dari Jepang teh menyebar ke Jawa, lalu ke Eropa dan banyak tempat lainnya.

Manfaat: Studi epidemiologi yang dilakukan di Swedia dan dipublikasikan Desember 2005 menyatakan bahwa konsumsi 1-2 cangkir teh per hari (teh hijau maupun teh hitam) dapat menurunkan risiko kanker indung telur hingga 24-46 persen.

Hasil penelitian yang dilakukan Ann Hsing dari the National Cancer Institute, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat, yang disiarkan Juni 2006 menyatakan, teh hijau berkhasiat menurunkan risiko batu empedu dan kanker saluran empedu. Kanker prostat, paru, payudara, kolon, dan kandung kemih juga bisa dicegahnya karena teh hijau terutama mampu menghentikan pertumbuhan sel abnormal.

Selain itu teh juga mampu menghambat tumor otak pada anak-anak. Bagi pasien kanker, teh hijau membantu mengefek­tifkan obat kanker dan mengurangi efek samping dari obat tersebut.

Uji terhadap binatang yang dilakukan di Douglas Hospital Research Centre, McGill University, Quebec, Kanada, menunjukkan bahwa konsumsi minum 1-2 cangkir teh per hari (teh hijau maupun hitam), bisa mengurangi risiko gangguan otak degeneratif seperti alzheimer. Keuntungan itu didapat dari epigallocatechin gallate dan epicatechin gallate yang merupakan antioksidan poten (terbanyak dalam teh hijau).

Penelitian teh hijau pada manusia di Japan’s Tohoku University juga memperlihat­kan kekuatan teh dalam menghambat ter­jadinya kemunduran fungsi otak pada orang lanjut usia, seperti menurunnya daya ingat, gangguan kognitif, kepikunan, dan alzheimer. Hasil uji ini dipublikasikan Februari 2006. Para peneliti menganjurkan setidaknya me­ngonsumsi secangkir teh hijau per hari. Secangkir teh hijau mampu pula mencegah flu dan mengurangi lamanya sakit flu.

Masih berderet manfaat teh, terutama teh hijau, yaitu memelihara pembuluh jantung, mencegah aterosklerosis dengan cara menu­runkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida, mengencerkan darah yang berarti mencegah penggumpalan darah, mempercepat pemulihan setelah terkena serangan jantung sekaligus memini­malkan kerusakan pada jantung, meminimalkan kerusakan pada otak setelah serangan stroke, menurunkan tekanan darah tinggi.

Konsumsi teh hijau juga meningkatkan sensitivitas insulin pada diabetes tipe 2, mencegah disfungsi ginjal khususnya pada orang setelah menjalani transplantasi organ dan harus minum obat immunosuppressant, mencegah keropos tulang dan penyakit gigi, melindungi hati dari alkohol dan bahan kimia lain, membantu meluruhkan lemak sehingga bisa melangsingkan, danmeningkatkan keta­hanan tubuh.

Ingat: Teh mengandung kafein, tetapi komponen catechins dan asam amino L-theanin dalam the akan mengurangi efek kafein ini. Tanin dalam the hijau bisa mengurangi penyerapan dan aktivitas obat seperti antropine, codeine, warfarin, ephedrine, dan sebagainya.

Tanin juga berpengaruh pada penyerapan zat besi. Konsumsi the hijau sebaiknya dibatasi pada perempuan hamil trimester pertama karena dapat meningkatkan resiko spina bifida pada bayi serta kelainan trulang belakang lainnya.

Sumber: Senior 8-14 September 2006
 

~ by femi adi soempeno on January 17, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: