Kebiasaan Minum Teh Orang Tionghoa

Sejarah minum teh di Tiongkok dapat dilacak 4.000 tahun lebih. Orang Tiongkok mempunyai kebiasaan menyuguhkan teh kepada tamunya.

Kebiasaan minum teh di Tiongkok telah bersejarah lama. Konon kabarnya, sebelum tahun 208 Masehi, kaum cendekia mulai menyuguhkan teh kepada tamunya. Sampai zaman Dinasti Tang ( 618-907 Masehi), kebiasaan minum teh sangat populer di kalangan masyarakat. Kebiasaan itu berkaitan dengan agama Buddha. Sekitar tahun 713 sampai 741 Masehi, biksu dan penganut agama Buddha minun teh ketika duduk bersamadi, agar bersemangat dan tidak ngantuk. Tahun 780 Masehi, pakar teh Dinasti Tang, Lu Yu menyimpulkan pengalaman mengenai menanam, membuat, menyeduh dan minum teh, dan menulis satu buku mengenai teh.

Sekarang setiap hari raya, seperti Tahun Baru atau Festival Musim Semi, sejumlah lembaga negara sering mengadakan jamuan teh.

Di Tiongkok, teh telah membentuk satu gejala budaya yang unik. Masyarakat telah menjadikan menyeduh teh dan mencicipi teh sebagai semacam seni.

Kebiasaan minum teh di berbagai tempat berbeda, karena setiap daerah mempunyai kebiasaan minum teh yang tidak sama, maka jenis teh yang diminumnya juga lain. Misalnya, orang Beijing gemar minum teh wangi atau teh melati, orang Shanghai suka teh hijau dan warga di Provinsi Fujian, Tiongkok tenggara lebih suka minum teh hitam.

Tata cara minum teh di berbagai tempat Tiongkok juga berbeda. Misalnya, di Beijing, ketika tuan rumah menyuguhkan secangkir teh, tamunya harus berdiri dan menerimanya dengan dua tangan, sementara menyatakan terima kasih. Di provinsi-provinsi Guangdong dan Guangxi, Tiongkok selatan, begitu tuan rumah menyuguhkan teh, tamunya segera mengetuk meja tiga kali dengan jari kanan untuk menyatakan terima kasih. Kebiasaan mengetuk meja, konon kabarnya ketika kaisar atau pembesar zaman dahulu ketika melakukan perjalanan dengan menyamar atau secara inkognito, ketika bersama-sama minum teh, bawahannya menggantikan bersujud kepada kaisar dengan mengetuk meja untuk menyatakan terima kasih.
 

~ by femi adi soempeno on January 11, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: