Antioksidan Pada Teh Sup Kimiawi

Oleh Prof Dr ALI KHOMSAN

Teh berasal dari bahasa Cina tay. Bangsa Cina mengenal teh sejak 2700 SM, kemudian orang Jepang mulai  mengembangkan penanaman teh sejak 800 M serta menjadikannya sebagai bagian tradisi sosial dan agama. Tanaman teh dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan tidak kurang dari 1.500 mm. Tanaman teh memerlukan kelembaban tinggi dengan temperatur udara 13-29,5 derajat C sehingga tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi dan pegunungan yang berhawa sejuk.

Teh hijau adalah teh yang berasal dari pucuk daun teh yang sebelumnya mengalami pemanasan dengan uap air untuk menonaktifkan enzim-enzim yang terdapat dalam daun teh, kemudian digulung dan dikeringkan. Minuman teh hijau berwarna kuning hijau dan terasa lebih sepat dibandingkan teh hitam. Teh hijau identik dengan simbol minuman kesehatan. Teh hijau bermanfaat untuk menyegarkan tubuh, kaya akan vitamin C dan vitamin B terutama tiamin (150-600 mg) dan riboflavin (1,3-1,7 mg).

Teh hitam dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi. Sebagian besar (98%) teh yang beredar di pasaran adalah teh hitam.

Daun teh mempunyai susunan kimia yang spesifik. Komposisi ini akan mempengaruhi mutu teh yang dihasilkan karena terjadinya reaksi-reaksi selama proses pengolahan berlangsung.

Komposisi Kimia Daun Teh Segar
Komposisi Kimia % berat kering
Serat kasar, selulosa, lignin 22
Protein dan asam-asam amino 23
Lemak 8
Polifenol 30
Kafein 4
Pektin 4

Daun teh mengandung tiga komponen penting yang mempengaruhi mutu minuman yaitu kafein yang memberikan efek stimulan, tannin yang memberi kekuatan rasa (ketir), dan polifenol. Polifenol yang terkandung dalam teh mempunyai
banyak khasiat kesehatan.

Polifenol adalah antioksidan yang kekuatannya 100 kali lebih efektif dibandingkan vitamin C dan 25 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin E. Polifenol bermanfaat untuk mencegah radikal bebas yang merusak DNA dan menghentikan perkembangbiakan sel-sel liar (kanker). Untuk mengambil khasiat antioksidan dari teh, dianjurkan agar kita menyeduh teh dalam air hangat selama tiga menit.

Tannin dalam teh yang menimbulkan rasa agak sepat diketahui dapat menghambat penyerapan mineral besi. Itulah sebabnya wanita hamil dianjurkan untuk tidak terlalu sering minum teh untuk menghindari risiko anemia (kurang darah). Bahkan anjuran yang ekstrim menyarankan agar kita jangan minum teh sehabis makan karena menu lengkap yang kaya
vitamin/mineral dan protein tidak akan terserap oleh tubuh secara baik apabila dihambat oleh kehadiran teh. Ini agak sulit diterapkan pada pola budaya makan Sunda yang selalu menyajikan minuman teh sehabis makan.

Teh juga mengandung tinggi katekin. Aktivitas polifenol maupun katekin sebagai antioksidan untuk mencegah radikal bebas dapat mengurangi kerusakan sel sehingga proses penuaan menjadi lebih lambat. Orang tua zaman dahulu sering menganjurkan agar kita setiap pagi mencuci muka dengan air teh yang telah direndam semalaman (teh wayu). Peresapan air teh melalui pori-pori wajah kita diyakini akan membuat kulit muka selalu kelihatan kencang dan bersinar sehingga memberi kesan awet muda.

Teh adalah minuman pengulur usia. Studi di Norwegia menunjukkan bahwa mereka yang rajin minum teh minimal secangkir sehari akan dapat menekan angka kematian. Penelitian lainnya dengan subyek manusia usia lanjut (manula) di Belanda menghasilkan temuan bahwa risiko kematian akibat penyakit jantung (terutama) menurun seiring dengan kebiasaan minum teh. Teh juga akan menetralisasi nitrosamin (penghancur sel) yang berasal dari daging olahan yang diawetkan, dan menangkal HCA (amina heterosiklik).

Bila kita memasak daging maka terbentuklah senyawa HCA. HCA adalah zat penyebab mutasi yang dapat merangsang munculnya radikal bebas dan secara luas merusak DNA sel-sel tubuh manusia. Berbagai percobaan pada binatang
menunjukkan bahwa HCA mengakibatkan kanker usus besar, payudara, pankreas, hati, dan kandung kemih. HCA disinyalir bertanggung jawab terhadap meningkatnya insiden kanker payudara dan usus besar pada wanita di Amerika. Kekuatan antioksidan pada teh akan mencegah efek buruk HCA.

Minum teh akan menghambat penumpukan plak di arteri sehingga mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Para peminum teh juga mempunyai arteri yang lebih muda dan kurang rusak. Arteri yang rapuh akan mempermudah
penumpukan kolesterol yang menyumbat pembuluh darah. Teh adalah sup kimiawi yang kaya antioksidan. Kegiatan antioksidan dalam darah para peminum teh meningkat 41%-48% setelah 30 menit minum teh hijau dan setelah 50 menit minum teh hitam.

Manfaat teh sebagai sumber antioksidan barangkali sama besarnya dengan khasiat anggur merah. Segelas anggur merah mengandung katekin 300 mg, secangkir teh hijau mempunyai kadar katekin 375 mg, dan teh hitam 210 mg. Sisi baik minum teh dibandingkan minum anggur adalah kita bisa mendapatkan banyak antioksidan tanpa harus meminum alkohol.

Sebuah studi di Shanghai membuktikan bahwa teh memberikan perlindungan terhadap munculnya kanker esophageal. Manfaat ini akan lebih besar lagi apabila kita bukan perokok dan bukan peminum minuman keras. Disarankan agar kita menghindari minum teh panas, karena tindakan ini justru mendorong timbulnya kanker kerongkongan. Teh yang panas dapat melepuhkan dinding esophagus dan menciptakan luka sehingga kita rentan terhadap kanker.

Senyawa-senyawa dalam teh juga mampu melawan kegiatan bakteri tertentu yang menyebabkan kerusakan jaringan gusi dan tanggalnya gusi. Bakteri tersebut adalah streptokokus mutans yang menyebabkan pembusukan gigi.

Penulis adalah Guru Besar Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga IPB, sumber: trangpunyablog

~ by femi adi soempeno on January 10, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: