Chanoyu Jepang, Ajarkan Kedisiplinan

MAKASSAR–Upacara minum teh di jepang (Chanoyu), ternyata tidak sekadar tradisi biasa, tapi membawa tujuan sosial dalam beberapa aspek kehidupan. Ritual yang coba diperkenalkan Konsulat Jepang kepada masyarakat Makassar ini, memiliki kedekatan kultur dengan Makassar, yaitu penghargaan kepada tamu dan penekanan kedisiplinan.Chanoyu, yang berkembang di Jepang sejak ratusan tahun silam, punya daya tarik di pelajari. Buktinya, beberapa pelajar SMU di Makassar, misalnya SMU Muhammadiyah, menjadikannya sebagai mata pelajaran tambahan, yakni, Bahasa dan Budaya Jepang.

Oleh Konjen Jepang, tradisi ini diperagakkan di taman budaya Kaori, Kamis 11 Januari, kemarin. Dikatakan Tekemori Akinori, dari konsul Jepang, kepada Fajar, Jepang katanya sangat menghargai ritual minum teh. “Itu dilakukan untuk menyambut tamu, atau dalam keluarga sendiri,” ujarnya. Namun, ujarnya lagi, prosesinya tentu berbeda dengan negara-negara lainnya. Minum teh dilakukan dengan penuh makna. Seperti dia katakan, bila dilakukan dengan ideal, dapat mengarahkan pelakunya pada pemenuhan jiwa dan pandangan mengenai tujuan hidup. “

“Orang Jepang sangat menghargai hidup,” tukas Takemori. Orang Sulsel juga menghargai tamu, tentu dengan cara yang berbeda juga. Kalau barat katanya dengan cara spontan, kami lakukan upacara minum teh dengan penuh makna. Teh yang dipakai juga adalah teh hijau yang kental. Menurut Shoko Matsuoka, vice konsul, yang memperagakan cara minum teh ideal, teh hijau katanya menyehatkan dan orang Jepang tidak suka menambahkan gula.

Teh diminum dalam keadaan pekat, biar alami, kata Shoko. Cara meracik lalu menyajikannya pada tamu, hingga bagaimana cara tamu meminumnya, kata Shoko, semua punya aturan. Teh disajikan pada cawan, dan meneguknya juga harus tertib dan mesti dihabiskan. Sebelum minum, seseorang memberi penghormatan dulu pada orang sekelilingnya dengan menundukan kepala lebih rendah. Barulah kata Shoko, teh diminum dengan duduk model bersimpuh. Model seperti itu, menurut Takemori, mengajari manusia untuk tidak gegabah dan belajar keteraaturan hidup.

sumber; fajar online

~ by femi adi soempeno on February 19, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: